Cara Budidaya Ikan Lele

Cara Budidaya Ikan Lele - Cara budidaya ikan lele sangat mudah, ikan lele adalah ikan yang mampu hidup dalam kepadatan yang tinggi. Usaha budidaya ikan lele ini ada dua macam, yaitu pembenihan dan pembesaran. Pembenihan ikan lele adalah untuk mencari ikan lele yang baik dan berkualitas. Pembesaran adalah untuk menghasilkan ikan yang siap untuk dikonsumsi. Ikan lele memiliki nama latin Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti lincah, kuat, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar. Budidaya ikan lele dapat dilakukan pada kolam terpal, kolam semen atau kolam tanah.

Berikut adalah Cara Budidaya Ikan Lele

1.Kolam Untuk Budidaya Ikan Lele

Cara Budidaya Ikan Lele
Ikan Lele
Untuk kolam ada banyak jenis kolam, mulai dari kolam terpal, kolam tanah dan kolam semen. Semua di sesuai dengan kebutuhan. Namun pada umumnya kolam yang digunakan untuk budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Akan tetapi artikel yang akan dibahas adalah untuk kolam tanah.

a. Pengolahan Tanah atau Pengeringan

Pengolahan tanah atau Pengeringan sangat penting, setelah kolam selesai digali biarkan kolam selama kurang lebih satu minggu atau dapat di lihat bila kondisi dinding kolam sudah mulai retak. Namun ini tergantung dengan kondisi alam seperti terik matahari.

b. Pengapuran dan Pemupukan

Dalam pembuatan ikan lele membutuhkan Pengapuran dan Pemupukan. Jenis kapur yang biasa digunakan adalah dolomit atau kapur tohor. Sebarkan pupuk secara merata pada permukaan dasar kolam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.

c. Pengaturan air kolam

Untuk air kolam anda dapat menggunakan air sungai, air sumur atau air dari PDAM. PH air antara 6,0 – 7,5. Jika bisa anda hindari menggunakan air hujan murni karena PH air hujan antara 3,0 – 4,5. Silahkan campur air hujan dengan air yang ber PH normal. lalu anda diamkan air kolam selama 1 – 2 minggu hingga berwarna kehijauan sebelum memasukkan bibit lele. Untuk air anda harus rajin untuk mengontrol. Ini dilakukan untuk tetap menjaga kuantitas dan kualitas air.

2. Pemilihan Bibit Ikan

a. Bibit Unggul


Sebaiknya anda pilih bibit lele unggulan. akan tetapi jika anda tidak mengetahui asal usulnya, standar minimal adalah bibit sehat saat dimasukkan ke kolam pembesaran. Standar ukuran bibit adalah bibit ukuran  2 – 3 cm s/d 6 – 7 cm.

b. Pakan

Pakan harus diberikan setiap hari dan cukup, jangan terlalu berlebihan. Ikan lele merupakan ikan karnivira. Memangsa sesamanya bila merasa lapar. Namun pada umumnya setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Berilah pakan sekitar 4 hingga 5 kali perhari.

c. Pakan Tambahan

Anda dapat memberikan tambahn pakan ikan lele seperti memberikan ikan yang sudah tidak layak di konsumsi. Jika anda telaten, anda dapat merajang siput atau bekicot, potongan daun pepaya atau daun singkong. Ini sebagai vitamin alami untuk ikan lele.

3. Pengendalian Penyakit

Budidaya ikan lele tidak lepas dari penyakit. Ikan Lele biasanya mengalamin penyakit seperti
  • Cacar dan luka kulit
  • Sungut keriting dan putus
  • Insang merah / hitam
  • Sirip geripis
  • Perut buncit dan merah
  • Hilang keseimbangan
Semua penyakit di atas disebabkan oleh bakteri gram positif dan negatif, juga virus dan jamur. Jangan biarkan hingga bertambah parah dan mati !!! Solusinya: Berikan obat lele selama beberapa hari hingga sembuh. Ada berbagai macam obat untuk penyakit ikan lele, anda dapat mencari obatnya di toko pertanian terdekat dan tanyakan mengenai obat untuk penyakit ikan lele.

Demikianlah artikel kami tentang Cara Budidaya Ikan Lele kiranya dapat bermanfaat





Related : Cara Budidaya Ikan Lele